TAMAN BACA KETA SEBAGAI EDUKASI LITERASI BAGI MASYARAKAT
Udara yang sejuk nan indah, air mengalir di batu-batu, membuat hati yang gundah menjadi hati yang indah. Sebuah desa yang jaraknya hampir 4 jam dari Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur Tepatnya di KETA Kecamatam Siritaun Wida Timur Provinsi Maluku.
Hidup di kota merupakan tujuan oleh sebagian besar orang. Karena kehidupan di kota menawarkan segudang fasilitas. Mulai dari lapangan pekerjaan, pendidikan, tempat hiburan, dan lain sebagainya. Tetapi hidup di kota tidak selalu nyaman. Beberapa masalah seperti kemacetan, keramaian, dan polusi akan kamu dapatkan saat tinggal di kota.
Berbeda
dengan kehidupan di desa. Memang banyak orang menilai bahwa kehidupan
di desa sangatlah membosankan. Padahal, kehidupan di desa tidak seburuk
apa yang dipikirkan oleh orang-orang. Kamu akan mendapatkan kenyamanan
yang tidak akan kamu dapatkan saat tinggal di kota. Lalu, kenyamanan
apakah yang akan didapat saat tinggal di desa. Yang saya rasakan selama berada di Desa Keta, Banyak Hal yang saya dapatkan saat berkunjung di Desa KETA. Mulai dari Antusias masyarakat yang begitu besar dalam menyapa tamu, bagi mereka tamu adalah raja dan harus dilayani dengan sebaik mungkin agar akan menjadi kesan yang indah buat mereka saat kembali. Bagiku Kampung KETA Adalah kita, dan KETA juga sudah menjadi keluarga baru bagi saya.
Wilayah yang terhambur kubangun gerakan untuk masa depan anak, disitu juga ada motivasi, disitu juga ada harapan, itulah dia KETA, kampung yang sedarhana nan jauh rimbuh dari transformasi digital, disitulah impian saya untuk mengembangkan literasi anak.
Dari ide seorang pemuda Ali Akbar Rumeon yang biasa disapa Ali, dalam rangka mencerdaskan anak pada masyarakat pesisir Desa Keta,maka timbulah sebuah impian untuk membangun Taman Baca Keta yang Biasa disingkat TBK. Hal ini dimulai karena keresahan atas sulitnya akses pendidikan dan kurangnya minat baca di Desa KETA, serta kurangnya kesadaran orang tua untuk menanamkan kebiasaan baca tulis kepada anak-anak sejak usia dini dan aksi bersama pemuda Desa, masyarakat Desa untuk membangun jejaring dengan pihak-pihak terkait dalam pengembangan literasi dan pembangunan desa, Ungkap "Ali.
Taman Baca Keta merupakan Taman Baca dibidang literasi yang memfokuskan untuk mengembangkan imajinasi dan kreatifitas anak untuk menuju peradan yang indah, serta mengupayakan salah satu cita-cita bangsa. Taman Baca keta juga merupakan suatu komunitas atau sarana yang melayani kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai ilmu pengetahuan dalam bentuk bahan bacaan dan taman rekreasi bagi anak dan masyarakat.
Bagi Masyarakat, Kehadiran Taman Baca KETA merupakan tuntutan kebutuhan akan adanya wadah untuk mengakses informasi yang berada di lingkungan masyarakat. Sinergitas dari taman Baca KETA dalam meningkatkan minat baca masyarakat sangatlah menarik, karna menurut mereka Taman Baca KETA itu merupakan portal yang dibangun dalam hal ini ialah untuk mengasah bakat dan kemampuan yang ada pada anak maupun pengguna lainya dalam bidang literasi. Taman baca KETA juga adalah salah satu upaya handal dalam membantu penerapan kemampuan belajar yang di dapakan oleh guru pada lingkup sekolah dan merupakan wahana belajar dan rekreasi. Karena itu Taman Baca ini di buat sebagai upaya untuk memotivasi dan menyediakan berbagai bahan belajar serta fasilitas komunikasi dan interaksi antar komunitas pendidikan, juga berisi bahan belajar untuk anak, bahan belajar siswa, wahana aktivitas komunitas/forum, dan media pembelajaran.
Gerakan Literasi melalui Taman Belajar KETA menitikberatkan kepada Literasi Baca Tulis. Literasi Baca Tulis adalah kemampuan untuk memahami isi teks tertulis , baik yang tersirat maupun tersurat, dan menggunakannya untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi diri. Menuangkan ide ke dalam tulisan dengan susunan yang baik untuk berpartisipasi di lingkungan sosial.
Proses berliterasi baca tulis di sekolah
maupun di rumah dapat dilakukan dengan membaca dan menulis bersuara, membaca
dan menulis terpandu, membaca dan menulis bersama, serta membaca dan menulis
mandiri. Membaca dan menulis sangat penting dikarenakan membaca sebagai kunci
mempelajari ilmu pengetahuan. Membaca dapat meningkatkan kemampuan berbahasa
dan memperkaya kosa kata. Membaca dapat meningkatkan kreativitas dan imajinasi.
Membaca dapat meningkatkan empati. Membaca dapat meningkatkan konsentrasi dan
fokus, mengurangi stress, mengembangkan minat pada hal-hal baru dan juga
sebagai hiburan. Untuk meningkatkan minat baca pada anak diperlukan bahan
bacaan dan pembelajaran yang sesuai dengan usia dan minat mereka. Untuk itu
mereka harus dapat memilih bahan bacaan yang tepat untuk dibaca.
Kehadiran Taman Baca KETA (TBK) dapat diarahkan kepada banyak tujuan, diantaranya. Memasyarakatkan atau membudayakan minat baca masyarakat, yang sejauh ini dinilai masih sangat rendah. Dengan adanya Taman Bacaan KETA (TBK), akan terbuka lebar-lebar peluang bagi seluruh anggota masyarakat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan setinggi-tinggi dan sedalam-dalamnya. Taman Bacaan KETA (TBK) dapat menunjang terciptanya situasi dan kondisi sosial yang sehat, sehingga secara umum akan mendukung pengembangan modal dasar bagi proses pembangunan.
Dalam hal ini yang perlu saya tegaskan adalah bagaimana upaya pemerintah dalam hal ini Dinas Perpustakaan Dan Arsip Daerah, menopang dan mendorong program sampai terlaksanya masyarakat madani di era literasi berbasis digital, dan prose pengelolaan dari Taman Baca Tersebut. Era digitalisasi Taman Bacaan harus menuju konsep e-library yang seutuhnya sedang dibangun dan dikembangkan oleh para pengelola Taman Baca KETA (TBK). Dengan konsep ini perwujudan Taman Bacaa yang serba digital, dengan ciri efisien tempat, kaya informasi dan koleksi serta menembus batasan ruang dan waktu dimana dapat diakses oleh siapapun dari manapun dan kapanpun dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Literasi informasi sangat diperlukan karena peningkatan yang sangat tajam akses informasi dan sumber-sumbernya. Dari semua pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi Taman Baca KETA (TBk) adalah fungsi informatif, agar Taman Baca KETA (TBK) dapat menjalankan fungsinya secara maksimal perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas Taman Bacaan Masyarakat sebagai pusat sumber informasi.
Masyarakat informasi memberikan kemudahan akses informasi tanpa batas ruang dan waktu. Masyarakat informasi yang meningkat disertai dengan adanya penggunaan teknologi informasi yang meluas dan hal ini merupakan salah satu dari berbagai criteria terbentuknya abad informasi. Literasi informasi bukanlah hanya sekedar tahu mengenai berita-berita artis dalam dan luar negeri, dan bukan pula melek hanya terhadap trend-trend terbaru gaya berpakaian, tetapi yang lebih diterapkan di sini ialah menyerap informasi yang berujung pada penambahan pengetahuan dan pemanfaatan pengetahuan itu sendiri.
Sukses selalu Kaka......
BalasHapusMakasih Kaka.....
Hapus